Awas, Bahan-Bahan Pada Sabun Mandi ini Bisa Picu Alergi

Tidak semua orang memiliki alergi. Tapi ketika kamu sudah mendapat vonis alergi tertentu, kamu harus lebih berhati-hati dalam menggunakan atau mengonsumsi sesuatu. Alergi bisa timbul karena apa yang kita makan atau apa yang terkena pada kulit kita. Pada satu kasus alergi, alergi pada sabun mandi juga bisa menimpa siapa saja.

Seharusnya, sabun mandi menjadi alat yang bisa membersihkan tubuh dan membuatnya menjadi wangi. Sayangnya tidak semua bekerja seperti yang diharapkan. Kandungan tertentu yang ada pada sabun mandi akan memicu alergi seseorang. Alergi atau alergen yang ada pada sabun kulit bisa membuat dermatitis, yaitu peradangan kulit yang menimbulkan kemerahan, gatal atau bentol kecil yang berisi cairan. Dermatitis atau eksim sendiri adalah sebuah gejala dan bukan penyakit.

Dermatitis bisa timbul dari infeksi jamur hingga kutu, serta dermatitis kontak alergi yang terjadi ketika tubuh berhadapan langsung dengan alergen melalui kulit dan menyebabkan peradangan. Keberadaan alergen tidak mengganggu bagi mereka yang tidak memiliki kulit sensitif. Tapi di sebagian orang, kehadirannya tidak diharapkan karena bisa memicu kondisi kulit yang tidak diinginkan.

Jika kamu merasa mempunyai kulit yang sensitif, kamu patut mencatat beberapa bahan pemicu alergi ini agar tidak merugikanmu di kemudian hari.

  1. Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Ini merupakan bahan umum yang bisa kamu temukan di sabun dan sampo. SLS adalah deterjen yang berfungsi memutus ikatan antara minyak dan lemak. Zat ini pula yang menghasilkan busa pada sabun. Semakin banyak kandungan SLS, semakin banyak busa yang akan dihasilkan.
  2. Pewangi. Ironis, ketika kita mencari sabun yang wangi dan tahan lama, kandungan pewangi justru bisa menimbulkan alergi bagi penggunanya. Pewangi jadi salah satu alergen kontak paling umum dalam sabun mandi. Padahal mencari sabun atau produk perawatan kulit lain yang tidak memiliki label bebas wewangian cukup susah. Kalau pun ada, harga jual sabun mandi ini akan sedikit mahal.
  3. Paraben. Di dunia kecantikan zat yang satu ini memang harus dihindari karena efek buruk yang dibawa. Paraben biasa digunakan sebagai pengawet, dan selalu ada di bagian bawah daftar bahan sampo, sabun, pasta gigi dan deodorant. Sebuah penelitian di Inggris mengaitkan paraben terhadap timbulnya kanker payudara setelah ditemukan biopsy tumor kanker payudara. Meskipun belum ada penelitian lanjutan, namun banyak konsumen yang khawatir, parno, dan sebisa mungkin menghindari produk kecantikan yang ada bahan paraben di dalamnya.

Kita sebagai konsumen diwajibkan jeli dan pintar dalam memilih produk apapun untuk digunakan pada kulit. Jika seiring berjalannya waktu muncul tanda-tanda alergi, segera hentikan pemakaian agar tidak semakin parah.